Skill Wajib Seorang Team Player


Setiap orang memiliki preferensi atau cara bekerjanya masing-masing. Ada yang lebih suka bekerja sendiri, ada pula yang lebih memilih bekerja dalam kelompok.

Tapi, apapun preferensinya suka nggak suka kita selalu menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Keluarga, komunitas, rekan kerja dalam dan lintas departemen, dll.

Karena menjadi bagian dari sesuatu itulah, kita perlu sadar bahwa apa yang kita lakukan memiliki dampak bagi orang lain.

Contoh sederhananya, di dalam lingkungan pekerjaan. Kita perlu sadar bahwa hasil kerja kita, laporan berkala yang kita serahkan, bisa berdampak bagi kinerja orang lain maupun departemen lain. Yang pada akhirnya memengaruhi kinerja perusahaan.

Dalam lingkup yang lebih kecil, keluarga misalnya, keputusan-keputusan yang kita buat, cara kita membelanjakan uang, pola hidup yang kita jalani, juga berdampak pada keluarga kita.

Jadi, sudah bukan saatnya lagi kita cupet dalam bersikap dan bertindak. Karena ada orang lain yang akan terimbas (bisa positif maupun negatif) dari perilaku kita.

Karena kita semua adalah team player, terlepas dari kita suka atau tidak.

Empati, Skill Wajib Team Player

Semalam, saya ngobrol banyak sama istri sambil menikmati makan malam bersama, di tengah dinginnya udara malam Pandaan yang sedang diguyur hujan.

Banyak hal yang kami obrolkan malam itu, terutama mengenai visi dan plan kami tahun depan.

Salah satu hal yang kami bicarakan malam itu adalah tentang pekerjaan. Ia menceritakan pengalaman-pengalamannya memimpin orang-orang di departemennya, atasannya, hingga pihak eksternal dengan segala kepentingannya.

Saya belajar banyak sekali malam itu.

Lalu, ia pun sampai pada kesimpulan bahwa menurutnya skill wajib yang harus dimiliki seorang team player adalah, empati.

Menurut KBBI, empati memiliki arti sebagai keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.

Sederhananya, melihat dan merasakan sesuatu dari sudut pandang orang lain.

Kenapa empati ini penting?

Logikanya begini, sebagai bagian dari sesuatu yang lebih besar, di mana apa yang kita lakukan dapat berimbas bagi orang lain, bukankah bijaksana bila sebelum kita memutuskan sesuatu, kita meluangkan waktu dan pikiran untuk mencoba memahami apa sih dampak keputusan kita bagi orang lain.

Jika di dalam keluarga kita memutuskan untuk membeli mobil alih-alih rumah, coba kita pikirkan, apa yang akan pasangan atau anak-anak kita dengan keputusan itu. Cobalah melihat dari sudut pandang mereka.

Jika kita memutuskan menunda pekerjaan untuk menyelesaikan pekerjaan lainnya, bagaimana kira-kira dampaknya pada tim lain atau atasan kita? Coba untuk melihat dari sudut pandang mereka.

Mampu berempati dengan baik memang tidak mudah. Perlu dilatih secara konsisten. Karena jangan sampai berempati, kita malah terjebak dalam pola pikir ingin menyenangkan orang lain.

No, empathy doesn't work that way.

Berempati itu sesederhana mampu melihat sesuatu dari berbagai perspektif.

Easy? I don't think so. But it does surely possible.

Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads

© 2021

prim.