Blogging di 2021 : Dibikin Simpel Aja

Enak mana ya ngeblog pake Blogger atau Wordpress? Mending custom domain atau pake domain gratisan? Custom domainnya pake .com atau .id atau...
Waktu berlalu hingga tanpa sadar, lupa belum update konten.

Sahabatku yang baik hatinya, kalau kamu saat ini lagi semangat-semangatnya mulai ngeblog, tentunya curious ini-itu tentang blogging. Mulai dari gimana caranya ngeblog sampai milih platform terbaik, hingga tools atau aplikasi wajib apa aja ya yang harus dimiliki seorang so called blogger.

Penasaran dan ingin tahu memang udah jadi sifat alami kita ya. Jadi nggak salah dong kalau banyak nanya, want to know everything. Apalagi untuk sesuatu yang kita senangi. 

Awal Ngeblog...

Dulu, ketika saya mulai ngeblog di akhir 2016, saya nggak punya ekspektasi muluk-muluk dengan blog saya. Saya sekedar ingin mengasah kemampuan menulis saya.

Bahkan waktu itu saya juga nggak terlalu pede dan bertanya-tanya, apa yang mesti saya tulis ya. Kayanya nggak ada yang menarik dari hidup saya, yang layak dituliskan apalagi dibagikan.

In short, karena nggak ngerti mau nulis apa, saya putuskan buat nulis cerpen aja. Lah wong hidup saya ya gitu-gitu aja, mau nulis apa lagi? Mau ngasih tips, ilmu masih cetek. Mau cerita perjalanan hidup, kayanya nggak menarik, lah nggak pernah jalan-jalan yang sampai ke mana gitu, nggak pernah berantem sama singa, atau nyikat giginya buaya. Jadi, apa yang mau ditulis coba.

Singkat cerita saya mulai tuh nulis fiksi. Lumayan, bisa bikin 2 cerpen. 

Terus penasaran, kok ga ada yang baca ya. Apa saya share aja ke media sosial saya biar orang-orang tau dan baca. Mung...isin.

Jadi saya 'akali' dengan mencari grup blogging di Facebook. Ya setidaknya kalau yang baca orang lain yang saya nggak kenal, saya nggak malu-malu amat lah. 

Setelah gabung dengan komunitas blog pertama saya, Warung Blogger, saya mulai kepoin satu-satu blog para member di sana. Terus saya lihat, kok mereka banyak pakai platform Blogger ya. Hmm...jadi di tanah air ini, ternyata Blogger adalah platform populer. Kalau gitu saya ikut-ikut pindah ke Blogger ah.

Selain populer, ternyata dengan platform Blogger punya kelebihan dalam hal kustomisasi domain. Jadi kita bisa mengubah domain .blogspot bawaaan orok pabrik tanpa perlu membeli hosting. Lebih murah.

Akhirnya, saya start ngeblog dengan blog pertama saya primachandra.com. Seneng dan bangga bisa punya 'web' sendiri, .com pula. 

Biar lebih keren lagi, template-nya juga harus disesuaikan nih. Mulai lah cari-cari template di penyedia template blog gratisan seperti Gooyabi dan New Blogger Theme.

Bosan sama template-nya, ganti yang lain. Sangking seringnya gonta-ganti template, terpaksa bisa edit html dikit-dikit. Dan keseruan ngoprekin html membuat saya lupa hal basic dalam ngeblog, ngupdate konten.

Selain itu, karena masih awal-awal, tema blognya pun nggak jelas. Bahkan disebut blog gado-gado pun kayanya kok ndak pantes 😅.

Memulai Minimalist Web

Belajar dari pengalaman pertama ngeblog geje itu, saya mulai mencoba bikin blog baru yang lebih terfokus, atau istilah fancy-nya, niche blog.

Kebetulan saya waktu itu berkenalan dengan minimalisme dan lagi getol-getolnya mempraktikkan minimalisme. 

Singkat cerita, saya mulai tuh blog baru dengan nama minimalist.web.id.

Menurut saya nama ini cukup 'aman'. Karena bisa memiliki arti sebagai web tentang gaya hidup minimalis, bisa juga diartikan sebagai web yang minimalis. Aman, karena misalnya besok-besok udah bosan sama minimalisme, saya bisa ganti topik tanpa perlu merasa 'bersalah'.

Vacuum Ngeblog

Pertengahan tahun ini, sejalan dengan tuntutan pekerjaan yang makin nggilani dan beberapa target keluarga yang ingin kami capai, saya memutuskan untuk rehat ngeblog.

Plus waktu itu saya melakukan blunder dengan template Minimalist Web, sehingga bikin males mau nulis lagi. Lah template-nya amburadul gitu.

Pikir saya, pindah ke Medium aja lah. Fokus nulis, tanpa harus diribetin sama template. Toh paling nulis pas bener-bener senggang dan nggak nargetin yang muluk-muluk.

Saya bahkan mengatur domain minimalist.web.id agar redirected ke blog Medium saya.

Balik Ngeblog Lagi...

Setelah beberapa bulan hiatus, kangen juga ngeblog lagi di blogspot. Karena...hehehe, jujur aja, di Medium yang baca ga banyak 😅.

Jadi, saya mau bangkitkan Minimalist Web dari kubur dan mulai ngeblog lagi.

Namun, ternyata, Blogger sudah berubah. Ia tak lagi sama seperti terakhir saya tinggalkan.

Dulu ada 2 pilihan tampilan dashboard yang tersedia. Yang lama dan baru seperti saat ini. Namun, sekarang tampaknya tampilan dashboard yang sekarang sudah menjadi tampilan default mereka and there's no way back ke tampilan lama.

Cilakanya, opsi redirect itu nggak saya temuin di tampilan baru ini. Alhasil, saya harus mengikhlaskan Minimalist Web untuk selamanya (or at least sampai Blogger berubah pikiran).

Simple Prima...A New Beginning

Saya pun akhirnya membuat blog baru. Sempet mikir juga mau dinamain apa nih blognya.

Lalu, saya ingat kalau url akun media sosial saya sudah saya kustomisasi menjadi simpleprima (kecuali Twitter karena keduluan orang). Jadi, saya coba masukkin simpleprima sebagai nama blog, dan Alhamdulillah masih tersedia.

Singkat cerita saya mulai ngeblog di Simple Prima Blog.

Belajar dari pengalaman yang dulu-dulu, ada beberapa rules of thumb yang saya terapkan buat saya pribadi dan blog baru ini, antara lain:
  1. Tujuan. Saya nggak expect banyak dari blog ini. Buat saya sekarang, ngeblog itu lebih untuk nulis dan membangun relasi melalui blogwalking.
  2. Tema. Blog ini adalah blog pribadi untuk menuangkan pengalaman dan opini saya, lalu membagikannya. Jadi, tetap harus menjaga kaidah-kaidah umum lah, biar yang baca juga nggak sumpek.
  3. Komentar. Di dalam ngeblog kali ini, saya meniadakan kolom komentar. Alasannya supaya saya nggak jadi bloger pemburu komentar yang bersemangat saat postingan saya penuh komentar positif dan murung waktu nggak ada yang komenin. Ini saya alami di blog terdahulu.
  4. Domain. Punya blog dengan custom domain alih-alih .blogspot.com memang keliatan lebih mentereng sih. Namun, mengingat tujuan kali ini saya ngeblog, saya nggak mau terlalu ambisius ah ngekustomisasi domain. 
In short saya ingin bikin ngeblog sesimpel mungkin. Sesuai namanya, Simple Prima Blog. Kan, nama adalah doa. Bukan begitu?

Buat sahabat-sahabatku yang sedang mulai dan lagi semangat ngeblog, yuk tentuin apa yang kamu mau dari blogmu itu. Bukan apa-apa, biar simpel aja dan nggak gampang terdistraksi sama iming-iming ini-itu yang membuatmu lupa esensi ngeblogmu.

Semua orang punya tujuan dan cara pandang berbeda pada blognya. Kamu pun pastinya juga.

Eventually, do what work best on you.

***

Update Feb 2021: kolom komentar sekarang sudah tersedia lagi 😁

Posting Komentar

[ADS] Bottom Ads

© 2021

prim.