Cerita Tentang Blogwalking

Blogwalking is blogging.


Blogwalking atau berkunjung ke blog lain, bukan hal baru bagi siapa pun yang ngeblog terlepas dari tujuan ngeblog sebagai profesi, hobi, atau keduanya.

Biasanya, blogwalking dilakukan dengan membaca sebuah tulisan/postingan secara keseluruhan (idealnya), lalu diakhiri dengan meninggalkan jejak berupa komentar untuk menanggapi isi tulisan/postingan tersebut.

Biasanya tanggapannya sih yang baik-baik aja, seperti sharing pengalaman pribadi si pengunjung terkait topik tulisan/postingan, atau sekedar beropini. Jarang sih saya lihat komentar di sebuah blog itu isinya kritik pedas, atau sanggahan ketidaksetujuan seperti yang saya jumpai di beberapa komentar di platform media sosial lainnya.

Entah karena si pengunjung blog ini orangnya baik-baik, atau ngelihat profil si bloger yang cupu model saya gini ga tega mau ngasih yang pedes-pedes. Atau bisa jadi, kritikannya disampaikan secara personal, bukan melalui kolom komentar.

Ya, seperti prinsip rumah makan lah. Kalau makanannya enak, kasih tahu temenmu, kalau nggak enak, kasih tau sama yang punya.

Waktu mulai ngeblog dulu, saya kira ngeblog itu sebatas nulis-publish-finish. Nggak ngerti istilah blogwalking atau ngapain harus blogwalking. Walaupun melakukan studi banding juga ke beberapa blog, tapi sebatas baca, nggak ninggalin apa-apa (nge-share juga kagak).

Namun, setelah beberapa hari (360++ hari itu juga masih terhitung 'beberapa' kan) saya mulai mengenal apa itu blogwalking dan yang lebih penting, kenapa perlu blogwalking.

Dan, saya pribadi merasa ada banyak hal baru yang saya pelajari tentang blog dan printilannya melalui aktivitas blogwalking ini. Beberapa di antaranya:

1. Menambah Relasi

Saya kira blogging itu melulu soal writing dan writing. Semakin banyak menulis, semakin baik. Hmm...nggak salah, tapi, ternyata nggak hanya itu.

Iya, blogging is about writing, tapi dari situ lah kita bisa membangun circle kita dengan orang-orang yang memiliki passion yang sama dalam dunia kepenulisan.

Mulai dari bertukar pikiran seputar dunia literasi dan kepenulisan, blog itu sendiri, hingga hal-hal lain yang nggak ada kaitannya dengan blogging or writing.

As a matter of fact, semakin ke sini, saya merasa blog ini lebih mirip dengan media sosial yang lebih sosial dibandingkan media sosial. Dan, hal ini juga memengaruhi cara pandang saya terhadap blog itu sendiri.

Dulu, saya lebih tertarik dan merekomendasikan tulisan/postingan dikemas dalam bentuk listicle supaya lebih informatif, plus segala dekorasi yang membuatnya lebih hidup, mulai infografis hingga gambar bergerak.

Namun, sekarang somehow saya lebih menikmati membaca tulisan-tulisan pengalaman pribadi seseorang yang sifatnya personal, naratif, pure story, dan bahkan yang tata tulisannya jauh api dari panggang dalam kaidah penulisan. 

Walaupun typo, nggak pakai subheading, tulisan tanpa spasi, rapet-rapet, it's still enjoyable for me now

Mungkin ini yang dimaksud, people changes, just like seasons.

2. Belajar Hal Baru

Banyak hal tentang dunia kepenulisan dan blog yang saya pelajari setelah mulai 'rajin' blogwalking. Dari cara menulis yang baik, referensi-referensi seputar kepenulisan dan blog, bahkan nggak jarang saya nemu template blog keren yang bisa saya coba untuk blog saya.

Saya bahkan jadi tahu bagaimana cara sederhana dan kreatif untuk membuat tulisan lebih hidup seperti menggunakan tiga tanda kurung (((__))), memberi efek echo di sebuah kata (((echo)).

Hehehe...ada-ada aja.

3. Be Part of Something Good

Siapa sih yang nggak suka kalau tulisan/postingannya dikomenin, ditanggapi, dan dibagi-bagiin ke netizen di seluruh dunia? Hmm...tergantung tulisannya kali ya hehehe.

Blogwalking juga menjadi ajang buat saya untuk take part untuk kemajuan teman-teman blogger, terutama mereka yang menjadikan blog sebagai ladang penghasilan. Sesederhana turut meninggalkan komentar positif di tulisan/postingan mereka.

***

Menjaga konsistensi blogwalking itu bukan perkara mudah, apalagi dengan kesibukan yang seabrek-abrek, belum ditambah mood yang sering nggak bisa direncanakan. Karena itulah, di awal tahun ini, saya gabung ke grup list blogwalking yang digawangi Mbak Vicky.

Walaupun awalnya agak nggak pede bisa menunaikan kewajiban blogwalking, karena bayangannya pasti bakalan tight karena harus visit ke banyak blog dan membaca semua postingan (ya karena gimana mau komen kalau ga baca ya toh).

Satu momok yang cukup menghantui adalah, ketika harus berkunjung ke sebuah postingan yang membahas tentang drama Korea (drakor). Udah lah nggak pernah nonton, nggak ngefans pula. Satu-satunya hal yang saya tahu tentang drakor sebatas WA Story dan WA Stickernya teman-teman.

Lalu, gimana nasib saya kalau harus ngapelin postingan semacam ini?

Well, hari pertama gabung list blogwalking untungnya cuma satu yang membahas tentang Korea, dan untungnya, bukan drakor. Jadi so far so good so what lah. 

Menurutmu, apa sih suka-duka dan tantangan blogwalking?

17 komentar

  1. Gimana kalau bahasnya soal pemrograman atau resep masakan gitu mas? Hehe. Saya sendiri suka random kalau bw, terkadang ikut list tapi terkadang sembari googling baca-baca artikel yang bisa ditinggalin komentar. Pernah juga lho di BWin dengan komentar pedas, tapi cukup membangun sih karena yang BW adalah juri suatu lomba yang pernah saya ikuti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mending itu mbak.

      Kalau pemrograman walau ga ahli tapi lumayan bisa hasil trial & error ngoprekin html. Resep masakan, bisa diprint/share buat read later hehehe.

      Yang drakor ini bener2 blas gablas e.

      Eh pernah ya dapet sambel di kolom komentar? Wah selamat ya. Biasanya yang habis dipedesin itu kalo ga growing ya dying. Tapi sepertinya, mbak Pryani termasuk yang growing nih. 😊

      Hapus
  2. Kalau tergabung dlm blogwalking circle, dukanya suka dapat komentar asal atau gak genuine gitu. Sukanya, ya seru aja berpacu waktu bacain artikel teman2, malah dpt info baru yg kadang saya ga tau.

    Saya pernah juga mengelola blogwalking circle, tantangan justru di pengelola menurut saya yang tipe harus cek setiap orang yg ikut list itu tetep fair utk blogwalking di mana dia gabung. Suka nemu yg mangkir sih, alasannya sibuk atau ga sempat krn waktunya menurut dia kurang. Ya kesel ya, soalnya sbg pengelola kan berusaha bgt utk setiap org dpt kesempatan yg sama dan yg lain mampu menyelesaikan blogwalking dalam kurun yg sudah ditentukan. Kalau sudah tahu sibuk dan dirasa waktu kurang, ngapain juga ikutan? Hehehe. Jadi curhat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin dia ngeyel ikutan listing blogwalking karena dia yakin bisa or coba-coba.

      Memang ngebayangin jadi pengelola grup listing blogwalking itu riwehnya naudzubillah. Salut sama kakak2 pengelola atas kegigihan dan kesabarannya.

      Soal komen sekedar 'nggugurin kewajiban' kayanya udah pasti ada ya di penjuru blog mana pun. Ya nggak apa-apa sih buat saya. Tapi ya sudah, lets consider doi punya perspektif lain menyoal blogwalking ini.

      Bukan begitu mbak?

      Hapus
  3. Selalu suka tulisannya mas prima..simple. relate sama postingannya yang sederhana dan enak dibaca.

    Btw, saya hampir jarang ikut blogwalking karena memang energi belum mumpuni. Takut ikut ngelist, sementara komit masih kurang.

    Cuma dari sini, saya kayaknya harus bisa menjadwalkan BW setidaknya sebulan bisalah ya dua kali. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga awalnya keder juga mbak mau ikutan listing BW. Tapi so far sih, listing blogwalking ini helpful untuk ngebuild kebiasaan blogwalking sih.

      Lagipula, ngeblog kan ga melulu tentang nulis artikel aja kan?

      CMIIW.

      Hapus
  4. Wah saya kayaknya kurang banyak blogwalking, karena baru tahu kalo ada yang namanya listing blogwalking atau blogwalking circle seperti yang disebutkan di kolom komentar ini 😂

    Suka banget dengan poin no. 3, sebagai blog visitor kita juga punya sedikit peran dalam kesuksesan blog-blog yang kita kunjungi. Sesimpel dengan klik, baca, lalu komentar. Ini jadi memotivasi saya untuk lebih rajin blogwalking nih!

    Tapi belakangan ini saya memang ingin lebih rajin blogwalking. Ya seperti yang disebutkan di poin pertama, blogging itu bukan sekadar kerjaan yang lone wolf gitu. Tetep butuh dukungan dari lingkungan sekitar juga untuk bisa maju & berkembang.

    Belakangan ini saya lagi nyoba pakai RSS reader untuk menyiasati kebiasaan malas blogwalking. Jadi begitu ada update baru dari blogger-blogger favorit atau yang saya ikuti, saya bisa langsung cek dan comment.

    Terima kasih udah sharing soal ini Mas Prima, salam kenal! 🙏🏻✨

    BalasHapus
  5. Salam kenal mbak ruth vania, terima kasih sudah berkunjung.

    Anyway maksudnya RSS Reader itu seperti apa ya? Cara kerjanya kaya apa? Sepertinya kok menarik & perlu dicoba nih.

    Happy blogwalking ya mbak.

    BalasHapus
  6. nah kalau saya memang suka blog walking .. banyak ilmu yang didapat, kayak sekarang ini!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh...emang dapat ilmu apa nih mbak? Bagi iuga dong 😁

      Hapus
  7. BW sekarang sama dulu beda rohnya, Mas. Ya setidaknya menurut pengalaman dan pengamatan saya. Dulu BW tuh beneran tulus dan terpanggil secara pribadi. Kalau sekarang BW harus diskedul di banyak grup WA atau FB, saya pun ikut di dalamnya. Betapa tidak berubah polanya, karena ya kebutuhan bloger untuk meningkatkan pv post tertentu jadi alasan mengingat blog makin menjanjikan seperti saya yang mengandalkan blog sebagai pendapatan utama.

    Dulu kami bloger saling mengenal sampai keluarga masing-masing, hingga kisah konyol sekalipun. Sekarang beda, orang BW ya karena kewajiban, bukan semata-mata keasyikan sendiri. Sebab ada ikatan tanggung jawab mutualisme.

    Namun ya mana pun modelnya, ngeblog tetap asyik asal kita bisa menikmatinya. Seperti yang pernah Anda tulis, ngeblog dibikin simpel saja. Semampunya, sekuatnya. Kalau enggak kuat ya ngopi dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngeteh juga mas, kalo ngopi terus tar ga bisa merem hahahaha... .

      Kira2 kenapa ya jaman sekarang BW aja perlu 'dipaksa' dulu baru BW. Saya jadi penasaran sama arena perbloggingan kala itu yang mas Rudi bilang. Sepertinya kok adem banget ya.

      Hapus
  8. Ya aku suka banget blogwalking - karena nambah ilmu!
    Nih kayak sekarang, udah nambah ilmu nambah teman pula

    BalasHapus
  9. Dari 1-3 setuju nih, apalagi no.1 seperti saat skrg ya bisa menambah relasi circle kita mas. Kalau soal konsistensi bw aku mah bakal usahakan terutama yang sudah berkunjung always harus dikunjungi balik, so simpel relasi yg dibangun juga penting di dunia perbloggeran, hehe

    BalasHapus
  10. Mas Prima bukan satu-satunya blogwalker-newbie di grup blogwalking yang saya kelola.
    Ada banyak belasan newbie lain yang baru pertama kali masuk grup blogwalking, itu ketauan waktu saya wawancarain di fase perekrutan anggota :))

    Saya ingat pertama kali saya ngeblog, saya juga blogger sendirian yang writing-publish-selesai.
    Saya baru blogwalking pada tahun ke-4 ngeblog, yaitu di tahun 2009.
    Tentu saja belum ada circle blogwalking waktu itu.
    Saya blogwalking kepada orang-orang yang komen di blog saya aja.

    Dan kerja ngeblog saya berubah signifikan sejak blogwalking.
    Yang semula nulis asal-asalan, jadi nulis dengan lebih komunikatif (karena tidak mau dapet komentator yang salah paham).

    Saya senang dengan masuknya Mas Prima ke grup blogwalking, memperbaiki mindset Mas.
    Semoga dengan blogwalking ini, tulisan kita semua akan lebih baik. :)

    BalasHapus
  11. banyak sukanya daripada dukanya
    dulu waktu awal ngeblog taun 2008-an, blogwalkingnya ke itu itu aja,sekarang makin banyak blogger juga dan banyak grup blogwalking yang bisa diikuti
    di grup sosmed pun kadang juga masih banyak share share artikel, jadi makin banyak juga pilihan tulisannya
    aku ikutan grup BW tapi jarang ngelist, awalnya karena aku takut ga konsisten dengan deadline yang diberikan
    duka lainnya kadang kalau baca tulisan berbau kelistrikan atau teknologi yang aku sendiri ga pinter pinter banget, untuk komen juga perlu waktu berpikir kata katanya

    BalasHapus
  12. Yah.. sebenarnya sih ga beda dengan kehidupan di dunia nyata bahwa di sekitar kita banyak "orang lain", seperti tetangga, kawan, sahabat, kolega.

    Semua harus dirawat agar kehidupan kita menjadi nyaman.

    Begitu juga di dunia blog. Ada tetangga, teman, kawan yang juga perlu dirawat dengan cara blogwalking. Manfaatnya, ya sama juga dengan di kehidupan nyata.

    Mudah diurus? Ya tidak juga. Butuh waktu, kemauan, dan juga semangat untuk bisa terus melakukan blogwalking dan menjaga hubungan dengan blogger lain.

    Apakah BW wajib? ya tidak juga sih, tetapi manusia kan selalu butuh interaksi dengan manusia lain ...

    BalasHapus

Posting Komentar

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

[ADS] Bottom Ads

© 2021

prim.