Ketubruk Gajah

Bukan review hanya sekedar cerita belaka.


Beberapa waktu lalu, pas lagi ke warung dekat rumah buat beli sabun, mata saya tertumbuk pada sebuah produk baru yang (according to me) dikemas dalam desain yang cukup menarik.

Warnanya hitam dengan sedikit aksesoris merah dengan logo gajah di tengahnya.

Sebagai pengamat desain yang nggak jago bikin desain, kemasan produk kopi ini cukup menarik minat saya untuk membelinya.

Yup, karena desain kemasanlah saya membeli Kopi Tubruk Gajah ini.

Dan karena sudah dibeli, sayang dong kalau nggak dicoba. Jadi singkat cerita, saya tuang satu sachet kopi ke dalam cangkir, tambah gula dikit, dan seduh dengan air panas (ya seperti bikin kopi pada umumnya sih).

Menurut saya kopi ini memiliki wangi kopi yang enak. Tampaknya menggunakan kopi jenis Robusta yang memiliki rasa pahit (CMIIW). Saya sih memang penggemar kopi pahit dibandingkan kopi yang memiliki rasa asam.

Kalau soal kualitas rasa, honestly karena saya hanya seorang penikmat kopi, bukan maniak kopi, buat saya sih rasanya oke sih. Nggak terlalu berat, jadi cukup nyaman diminum sebelum makan alias perut kosong.

Buat kamu yang suka kopi jenis kopi tubruk yang memiliki lethek atau ampas, bisa mencoba Kopi Tubruk Gajah, sebagai alternatif seandainya kopi yang biasanya lagi abis.

Anyway, ini bukan review produk ya. Cuma  cerita pengalaman pribadi aja.

1 komentar

  1. sebagai orang yang kurang menikmati kopi hitam, jadi tertarik nyobain produk yang di (bukan) review mas prima :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

[ADS] Bottom Ads

© 2021

prim.