Neilton Washington

Jika kau benar-benar menyayanginya, maka lakukan yang terbaik untuknya, bukan yang terbaik untukmu Paddington (Ny. Bird)

Kemarin sore, sesampainya saya di rumah setelah seharian berjibaku dengan tugas-tugas kantor, saya mendengar Fabio berteriak memanggil saya.

Kemudian dari luar pagar saya menghampirinya. Tampaknya ia ingin menunjukkan sesuatu, tapi karena suaranya tidak terlalu jelas, jadi saya mendekatinya.

Ia menunjukkan seekor burung kecil yang bertengger di sebuah dahan tanaman (don't know what the plant's name). Anehnya, burung itu tidak bergerak/ menghindar saat kami hendak menyentuhnya. Hmm...apakah dia sakit? Pikir saya.

Waktu itu saya mengira dia jatuh dari sarangnya di pohon palem saya saat belajar terbang. Lalu, saya bergegas masuk dan menghampiri burung tersebut. Saya ambil dan saya kembalikan ke sarangnya.

Saat saya mendekati sarang, beberapa burung lain segera terbang menghindar. Lalu, tak lama kemudian, hujan turun. 

Karena panik, saya memutuskan untuk merawat burung itu dulu, setidaknya untuk malam itu saja.

Itu adalah hal terbaik yang menurut saya bisa dilakukan, lalu esok hari kami kembalikan ia ke sarangnya...bersama induk dan saudara-saudaranya.

Malam itu, Fabio sangat senang dengan keberadaan burung kecil itu. Ia ingin menjadikannya peliharaan yang bisa ia ajak main tiap hari. Ia bahkan menamai burung itu, Neilton. Nama yang terinspirasi oleh salah satu episode dari serial kartun favoritnya. Dan seolah tak mau kalah, Mommy-nya ikut nyumbang nama belakang, Washington.

Jadilah burung kecil itu kini bernama Neilton Washington. Artinya? Meneketehe. Saya mah seneng aja dengernya, karena berima. Udah itu aja.

Namun, sesenang-senangnya Fabio dengan teman barunya, saya perlu meyakinkan dia kalau memelihara hewan itu adalah sebuah tanggung jawab besar. Bukan sekedar main-main, tapi juga merawatnya, membersihkan pupnya, memberinya makan...dan banyak lagi.

"Tapi aku sayang Neilton," rengek Fabio.



Jika kau memang menyayanginya, maka lakukan yang terbaik untuknya, bukan yang terbaik untukmu.
Fabio tampak sedih. Namun, apa mau dikata, dia dan keluarga ini belum cukup siap untuk memiliki hewan peliharaan. Bahkan sesederhana mau ngasih makan apa saja, kami nggak tahu.

Maka, sesuai rencana awal, Neilton hanya tinggal semalam di rumah kami. Lalu, esoknya, kami kembalikan ia ke sarangnya, bersama induk dan saudara-saudaranya.

Membiarkannya hidup bebas di alam liar, adalah hal terbaik yang bisa kami lakukan untuk Neilton. Sebagai bentuk rasa sayang kami padanya.

Sementara Fabio, untuk permulaan kami menawarkan untuk memelihara ikan sardin dalam kaleng. Pertimbangannya, portabel dan tidak perlu membersihkan pupnya. Plus, bisa jadi menu makan malam ketika lapar.

Tentu saja, ia menolak mentah-mentah ide itu hehehehehe... .

18 komentar

  1. Horee sekarang udah bisa naruh komentar nih..


    Aku beneran jadi inget Paddington tadi, eh beneran terinspirasi cerita itu yaa.

    Aku jadi inget cerita tentang buruh di podcast circle round. Memang melepasnya dak membiarkannya bebas adalah hal yg baik utk hewan. Jadi sembari mengajarkan jg ya mas, bahwa kita tetap bisa mengasihi meski tidak membersamai *lho kok jadi kayak nasihat cinta ya 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya karena cinta tak harus memiliki walaupun sebaiknya dimiliki sih 😅

      Hapus
  2. Ngakak banget endingnya plot twist, ya. Wkwkwk.

    Tapi bener, saya setuju. Memelihara binatang itu komitmennya tinggi, karena mereka makhluk hidup. Kalau memang belum siap, lebih baik jangan. Btw, kenapa nggak mulai dari pelihara ikan aja, Mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya itu, saya usul miara ikan tapi yang kalengan. Anaknya ndak mau wkwkwkwk.

      Hapus
  3. Pasti Fabio sedih sekali ya pisah dengan Neilton. Tapi kalau dipikir-pikir, yang terbaik memang mengembalikannya ke sarang bersama induk dan saudara-saudaranya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, I think it's better that way.

      Hapus
  4. Ya ampun malah disaranin pelihara ikan sarden. Di bagian ini aku ketawa geli lho. Hihihi ....

    Iya banget. Jika sayang, apalagi merasa belum mampu merawat hewan peliharaan, sebaiknya dibiarkan bebas saja.

    Apalagi burung. Suka sedih sih kalau burung dibiarkan dalam sangkar. Padahal hakikat mereka kan terbang bebas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehhe...lah memang buat belajar mbak, pake sardin. Sayang anaknya ndak mau.

      Hapus
  5. jujur aja, walau saya penyayang binatang, tapi untuk memelihara unggas (burung, ayam, itik) saya ogah karena gak kuat bersihin kotorannya yang berhamburan di mana-mana. Dan menurut saya, burung memang lebih baik dibiarkan hidup di alam liar dibanding di dalam sangkar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kasihan kalo bisa terbang tapi ga boleh terbang, meringkuk dalam sangkar emas.

      Hapus
  6. Burungnya masih syok kali ya..jadi diam saja hehe.. BTW, itu alternatif pilihan peliharaannya out of the box sekali, kakaaak..hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm...iya ya, apa masih syok ya dianya waktu itu. Nurut banget sih.

      Hapus
  7. Saya kira neilton washington adalah siapa orang yang terkenal gitu. Nggak tahunya nama pemberian untuk seekor burung yang sedang dirawat.

    Sesayangnya kita sama hewan, memang lebih baik membiarkannya bersama kawanannya sih. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho memang terkenal dia mbak. Ya setidaknya untuk sehari aja di lingkungan rumah kami hehehehe.

      Hapus
  8. Hahaha ide memelihara ikan sarden itu kocaaak banget. Kok kepikiran sih?

    Btw aku suka nih pesannya. Kalau beneran sayang, jangan mengikat dan mengurungnya ya. Bebaskan dia agar menemukan kebahagiaannya sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ide ikan sardin itu...ya biar bisa berguna bagi anaknya dan ortunya sih. 😅

      Hapus
  9. Bener banget, kak....edukasi kepada anak-anak dan memastikan mereka merawat hewan kesayangan dengan sungguh-sungguh. Aku jadi ingat saat anakku kecil megang hamster tetangga. Mungkin maksudnya baik, tapi jadinya menyakiti sang hewan itu sendiri.
    Shock rasanya, huhuhu...

    Jadi penting banget mengajarkan basic perlakuan terhadap hewan terutama yang masih kecil-kecil begini. Gemeesssh~

    BalasHapus
  10. burungnya manut yaa, mau dipegang2 gituu. kalau burung perkutut yang biasa nongrong di depan rumah, gak bakal mau dah haha.. tapi memang betul mbaa punya peliharaan itu harus siap. soalnya, kita bakal sayang kayak sodara sendiri. kalau pergi atau sakit, juga pasti bikin sedih bgtttt

    BalasHapus

Posting Komentar

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

[ADS] Bottom Ads

© 2021

prim.