Skala 1-10


Bagaimana penilaianmu terhadap blog ini?


Bagus? Lumayan? Buruk?

Harapan saya sih, penilaiannya bagus. Cuman, saya jadi agak wandering kalau kamu menjawab bagus. Karena saya akan penasaran, bagus yang seperi apa yang kamu maksud.

Apakah penampakannya, isinya, atau apanya?

Di dunia bisnis MLM yang dulu pernah saya jalani, salah satu aktivitas penting untuk merekrut anggota baru adalah melalui presentasi bisnis dan tindak lanjut alias follow up.

Sebenarnya, follow up itu sederhananya adalah kegiatan menindaklanjuti seorang prospek yang sudah melihat presentasi bisnisnya untuk melakukan closing entah itu mereka bergabung sebagai mitra aktif, member hanya untuk belanja saja, pemakai produk, atau mendapatkan referral.

Ada beberapa cara melakukan follow up kepada prospek. Bisa melalui pertanyaan langsung seperti, "Gimana pak/bu, bagus ya bisnisnya?" atau dengan mengajukan pertanyaan tidak langsung (biasanya untuk prospek yang levelnya lebih tinggi dari kita).

Nah salah satu pertanyaan tidak langsung adalah menggunakan pertanyaan skala 1-10

Caranya cukup mudah, sebatas menanyakan dari skala 1 (sangat tidak tertarik) hingga 10 (siap aktif membangun bisnis bersama), bagaimana si prospek menilai kecocokan bisnis ini untuk mereka.

Pertanyaan ini sebenarnya lebih sebagai pertanyaan pembuka untuk menggali lebih dalam impian dan/atau keberatan si prospek terhadap bisnis yang kita tawarkan. Karena berapa pun angka yang mereka sebutkan, kita pasti akan bertanya, KENAPA.

Kalau angkanya 10, kita tinggal lakukan closing. Namun, bila angka yang mereka ajukan di bawah 10, maka pertanyaan berikutnya dan favorit saya adalah, "Apa yang bapak/ibu perlukan supaya angkanya bisa menjadi 10?"

Lalu biasanya (kecuali prospek yang sudah negatif akut pada bisnis MLM atau mungkin nggak seneng sama kita) mereka akan mulai bercerita tentang kendala-kendala mereka. Di sini tugas kita adalah MENDENGAR dan dilarang keras untuk MENDEBAT mereka.

100 Tahun Kemudian...

Teknik skala 1-10 ini merupakan teknik favorit saya dan bahkan sering saya pakai juga di dalam keseharian di luar bisnis.

Misalnya, ketika seorang kawan cerita sebuah film yang baru ia tonton, saya akan bertanya, "Skala 1-10, berapa nilai film itu?"

Dan dilanjutkan dengan, "Kok nggak sampai 10, kenapa?" sehingga ia bisa leluasa cerita + ngasih spoiler tentang film tersebut. Dan dari situlah, saya bisa mempertimbangkan apakah film itu layak ditonton atau tidak.

Selain film, saya juga sering menggunakan pertanyaan ini untuk menilai rekomendasi tempat makan, desitinasi pelesiran, hingga...pengembangan diri.

Aplikasi Untuk Pengembangan Diri

Pertanyaan skala 1-10 ini kadang-kadang juga saya gunakan ketika melakukan self talk pada diri sendiri (ya iyalah, namanya juga self talk) ketika saya menilai performa saya di pekerjaan, di rumah, maupun aspek spiritual, hubungan saya dengan Sang Rabb.

Menurut saya, menggunakan skala 1-10 untuk menilai diri sendiri itu lebih mudah dan reliabel dibandingkan dengan jawaban yang terlalu umum seperti 'Baik', 'Biasa Saja', atau 'Buruk'.

Entah kenapa. Mungkin karena menggunakan angka. Sehingga secara psikis lebih mudah memberikan penilaiannya dan nggak ngglambyar.

Jadi, ketika saya sedang sendiri dan merenungi bagaimana saya menjalani hari, saya suka bertanya pada diri sendiri, dari skala 1-10 berapa ya nilai saya dalam aspek profesional, keluarga, atau spiritual.

Lalu saya bisa lebih mudah menggali ke dalam dengan menanyakan lebih jauh tentang hal-hal yang membuat saya memberikan penilaian seperti itu. Kemudian, merencanakan tindakan untuk mendongkrak nilainya.

Wrap It Up...

Ada banyak cara menilai sesuatu. Pertanyaan skala 1-10 adalah metode favorit saya dan sering saya gunakan di dalam keseharian.

Cara penggunaannya sesederhana menanyakan:
  1. Berapa nilai dari angka 1-10
  2. Kenapa nilainya segitu
  3. Biar jadi 10 atau tetap 10 apa yang perlu dilakukan ke depannya.

Bagaimana denganmu, apakah kamu punya cara lain untuk menilai sesuatu? Boleh dong di-share di kolom komentar.

Last but not least...

Sebelum kita akhiri, bantu jawab pertanyaan berikut ini dong:
  • Dari angka 1-10, berapa penilaianmu  blog ini dan kenapa?
  • Kalau kurang dari 10, kira-kira apa yang harus saya lakukan biar angkanya bisa jadi 10?
  • Kalau udah 10, apa yang saya perlu lakukan biar angkanya tetap 10?

Terima kasih dan semoga tulisan sederhana ini bermanfaat ya.

😊

10 komentar

  1. Saya lumayan sering pakai skala penilaian 1-10, untuk apapun. Lebih enak aja gitu nilainya, apalagi kalau ubtuk review tempat makan yang biasa saya datengin. Kalu untuk blog ini, kebetulan saya baru kenal, jadi belum bisa kasih penilaian :)

    BalasHapus
  2. Skor 9 yaak. Saya mayan sering mampir k sini.
    Btw, better mas Prima join WA grup Happy Blogwalking, dehhh


    Bisa kirim.DM ke FB atau IG Alaika Abdullah ya

    BalasHapus
  3. Kalau saya pribadi jarang menilai sampai 10 karena 10 bagi saya itu sempurna sedangkan misal pada suatu produk pasti ada ketidaksempurnaan. Nah kalau 8 saya masih berani nih atau mentok di 9 yang artinya puas banget dengan pelayana jasa maupun suatu produk yg saya pakai

    BalasHapus
  4. kalau saya, jarang banget bisa ngasih nilai 10 karena sempurna itu emang hanya bisa dihitung jari ya, bahkan kataanya sempurna hanya milikNYA :D

    saya baru nih masuk ke blog ini dan kalau saya sih lihatnya udah OK, 8 lah dari saya :)
    tampilannya kecil banget Mas, padahal ini body blognya lumayan luas lho, kalau untuk mobile sih pasti kece ini kelihatannya..
    ukuran fontnya sih udah oke, enak bacanya.

    BalasHapus
  5. Wah saya tergolong pengunjung baru nih. Tapi saya suka tampilannya minimalis, nyaman dibaca dan gaya bahasa blog ini santai enak ditelusuri.

    BalasHapus
  6. Saya gak pernah menilai pakai sekala gitu. Setelah membaca tulisan ini, boleh juga ya pakai skala untuk membuat parameter dan bisa lebih objektif. Apalagi jika ditambah dengan motivasi agar bisa menjadi lebih baik.
    Menurut saya blog ini nilainya sudah 8 karena tulisannya cukup menarik dan tampilannya minimalis

    BalasHapus
  7. Suka banget sama blog yang fontnya jelas, besar dan tampilan blognya bersih. Hanya saja karena template yaa...jadi kesannya sempit. Baru baca sedikit uda ganti baris baru.

    Aku belum berani menilai, kak..
    Tapi overall, tampilan bersih begini nyaman banget untuk dikunjungi.

    BalasHapus
  8. Bener banget, walau skala ini udah lama banget ada tapi penggunaannya masih relate banget sampe sekarang. Bahkan di setiap aktivitas atau kegiatan yang dilakukan aku sendiri masih sering banget pake skala ini. Contoh aja kayak film, tempat wisata, kuisioner, skripsi, dll. Mirip-mirip lah hhi.

    Kalau untuk penilaianku pribadi aku 9 sih, secara tampilannya udah bagus banget. Aku juga menggunakan mode tampilan seperti ini tapi aku menggunakan template blog yang kubuat sendiri, jadi ada kontumisasi tertentu saya bisa ku ubah.

    Biasanya template seperti ini cocok banget untuk cerita pendek, atau curhatan pendek gitu.. Kalau digunakan untuk artikel yang panjang mungkin bisa dilebarin dikit, karena kalau diliat dari dekstop terlalu kecil tampilannya. Mungkin dari aku itu sih.

    BalasHapus
  9. Kalau aku sih 8 ya, blognya lumayan bersih. Pemilihan fontnya juga lebih segar. Semangat untuk terus upgrade blognya yaaa

    BalasHapus
  10. Vina belum bisa kasih nilai yang realistis sih, ya. Perdana nyangsang disini, tapi Blognya lebih baik dari Blog Vina jelasnya. wkwkkwwk.
    Ringan, simple ngga njelimet. Untuk saran, vina belum bisa kasih saran. Blog vina aja awut-awutan :|

    BalasHapus

Posting Komentar

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

[ADS] Bottom Ads

© 2021

prim.