Hey Bloggers, Yuk Nulis Lagi

Selamat hari blogger nasional!
 

Mulai ngeblog sejak akhir 2016, dari blog gratisan Wordpress.com lalu boyongan ke Blogger karena tahu di platform ini bisa ganti domain tanpa perlu sewa hosting, kemudian di platform yang sama, gonta-ganti blog hingga akhirnya menggunakan domain saat ini, prim.my.id.

Kalau dihitung-hitung secara kasar (minus hiatus karena hilang ide dan/atau motivasi) berarti sudah 4 tahun ini nih mulai ada di dalam dunia blogging. 

Belum ada apa-apanya memang dibandingkan kakak-kakak blogger yang sudah puluhan tahun ngeblog memang, but nggak apa-apa lah, toh memang setiap orang punya skenario hidupnya sendiri-sendiri, nggak perlu lah membanding-bandingkan dengan orang lain

Selama menjalani dunia per-blogging-an ini, saya menyadari bahwa hampir 95% aktivitas blogging adalah menulis. Mulai menulis konten untuk blog sendiri, menulis komentar saat blogwalking ke blog sahabat, hingga menulis konten untuk guest posting.

Dan, sebagaimana aktivitas lainnya, konsistensi adalah harga mati jika kita ingin terus tumbuh dan berkembang di dalam aktivitas yang kita tekuni ini. Demikian pula menulis.

Namun, saya rasa kamu dan saya sudah sama-sama tahu, bahwa sepenting-pentingnya menjaga konsistensi menulis, pada kenyataannya, melakukannya itu hmm…sulit.

Nggak mustahil sih, hanya…sulit.

Ada beberapa hal yang membuat konsisten nulis itu sulit kalau dari pengalaman saya yang seuprit ini. Kalau kamu juga mengalami hal serupa atau malah lebih awesome lagi, yuk share pengalamanmu di kolom komentar, buat pembelajaran bersama.

Kesulitan 1 : Nggak Ada Ide

Classic but everlast. Mau sih nulis, tapi nulis apa? Apakah kamu juga mengalami yang seperti ini?

Buat saya, ini adalah salah satu archenemy dalam menulis. Dari dulu sejak masih jadi content writer hingga sekarang ngeblog, yang namanya misqueen ide tuh benar-benar momok buat saya.

Bahkan dengan blog jenis personal (bahasa kerennya untuk blog gado-gado) seperti blog ini, mendapatkan ide tulisan masih menjadi hantu ter-luck nut.

Kadang-kadang, saya dan kak Ide ini, suka main kucing-kucingan. Pas saya lagi nggak dalam kondisi siap nulis (misalnya pas nyetir), eh si kakak ini datang bersama teman-temannya ngebisikkin ide-ide brilian buat next post saya.

Ndilalah, pas udah mulai nulis, si kakak saya panggil-panggil malah nggak kunjung muncul juga. Akhirnya, tinggalah saya sendiri menatap layar kosong dan kursornya yang kelap-kelip tanpa henti.

Akhirnya, saya belajar bahwa menulis itu lebih mudah kalau kita tahu apa yang mau kita tulis sebelum mulai duduk manis di depan komputer. Artinya, supaya proses menulis saya bisa lancar, saya perlu tahu mau nulis apa.

Supaya saya tahu apa yang mau saya tulis, saya perlu menyiapkan materi atau setidaknya, poin-poin yang mau saya tulis.

Supaya saya bisa menyiapkan materi atau poin-poin tulisan, saya perlu punya ide dong. 

Dan supaya stok ide saya aman, saya harus mulai membiasakan mencatat ide-ide yang datang sliweran segera setelah saya berada dalam kondisi yang cukup aman untuk menulis. Kenapa, karena ternyata saya ini pelupa. Karena itulah, saya perlu effort mencatat ide-ide biar nggak nguap gitu aja.

Banyak cara untuk menuliskan ide-ide atau poin-poin tulisan, bisa secara digital maupun manual. Kalau saya sih, lebih memilih menggunakan cara manual, yaitu mencatat di buku saku kecil.

Gambarnya jangan diklik....please!

Yang saya catat biasanya maksimal 3 baris atau poin-poin yang mau saya bahas di tulisan tersebut. Setidaknya, saya punya gambaran, nih tulisan tar jluntrungan-nya ke mana sih. Kesimpulannya apa sih. Udah gitu aja. Selebihnya, ngalir aja nulis ceritanya.

Kesulitan 2 : Nggak Ada Waktu

Saya kira yang mengalami case kekurangan waktu walaupun sudah sama-sama dikasih 24 jam sehari itu cuma saya yang kerja di kantor, bantu beres-beres rumah pas pulang, nemenin anak main, dan menulis.

Pembelaan saya adalah saat nggak bisa konsisten ngeblog adalah karena saya sibuk. Jadi wajar dong kalau blognya nggak keurus.

Padahal kalau mau jujur, waktu itu bisa ada kalau diadakan. Itu hanya masalah mengatur prioritas dan pengelolaan waktunya.

Minggu ini, saya mencoba bereksperimen dengan menulis di malam hari ketika semua kewajiban rumah tangga sudah selesai, saat Fabio dan Ibu Negara sudah lelap dalam buai mimpi.

Kemudian, saya bangkit dari kasur lalu membuka laptop, tanpa koneksi internet, dan langsung menulis di aplikasi Word. Mulai judul,kalimat pembuka, hingga isi dan meta tag. 

Dalam waktu 1 jam, saya selesaikan draft tersebut. Kemudian, laptop saya tutup dan saya kembali tidur. Keesokan harinya saat istirahat kantor, saya buka kembali draft saya dan memindahkannya ke platform blogger, memeriksa typo dan struktur kalimat/paragraf-nya, mencari gambar untuk ilustrasi, lalu mempublikasikannya. Selesai.

Menurut saya cara ini lebih cocok buat saya dibandingkan beberapa metode yang pernah saya lakukan seperti menyusun editorial list, melakukan keyword research, dll. 

Selama postingan itu sesuai dengan value saya, buat saya itu sudah cukup. Eh tapi, kalau kamu lebih cocok pakai cara lain, nggak apa-apa kok.

Asalkan saya tahu apa yang mau saya tulis, menentukan waktu menulis dan (yang paling penting) mulai menulis, ngeblog jadi nggak sehoror yang saya bayangkan sebelumnya.

Kesulitan 3 : Nggak Laku

Udah nulis sampai tengah malam, nggak tidur, nggak makan, nahan pipis, nahan gigitan nyamuk, tapi ujung-ujungnya tulisannya nggak laku alias nggak ada traffic.

Sedih? Harusnya sih nggak, tapi ya berhubung saya ini manusia biasa yang sok-sokan luar biasa, mendapati kenyataan bahwa tulisan yang sudah dibuat dengan bercucuran air mata, keringat (karena sumuk bukan main), hingga anemia gegara kehabisan darah disedot nyamuk luck nut, ternyata nggak nge-hits, nggak viral, dan nggak ada yang komen.

Walaupun hal ini adalah sebuah kewajaran di dunia blogging, tapi sedih juga dan bikin frustasi ngeblog.

Ada dua hal yang saya pelajari dan perlu saya ubah terkait hal ini. Yang pertama adalah metode promosi konten dan kemudian mindset saya.

1. Mengubah Cara Promosi

Nulish, publish, finish? Hmm…itu yang saya pikirkan dulu. Setelah memublikasikan tulisan, ya sudah tinggal tunggu ada yang mencari topik sesuai bahasan saya, dan traffic akan  datang dengan sendirinya.

Kabar buruknya (atau malah kabar baiknya) bukan begitu cara kerjanya. Kita tetap perlu mempromosikan konten-konten kita, baik itu melalui media sosial maupun ke grup komunitas blogger.

Setidaknya, semacam ngasih tahu kalau ada postingan baru,

Selain itu, ada juga cara promosi lain yang sedang saya coba lakukan seperti nge-japri blogger yang postingannya saya tautkan di postingan saya, blogwalking lebih rajin, hingga guest posting.

Apakah  cara ini berhasil? Hmm...belum tahu, kan masih nyoba. Tar deh kalau ada hasilnya, saya kasih tahu.

2. Mengubah Mindset

Mindset yang saya maksud di sini itu terkait dengan tujuan awal kita mulai ngeblog. Ekspektasi kita terhadap aktivitas blogging ini, ternyata memengaruhi cara pandang kita terhadap setiap aktivitas blogging kita (nulis postingan, blogwalking, hingga promosi konten).

Kalau kita punya ekspektasi tertentu dengan blogpost kita, kita akan cenderung mudah frustasi ketika ekspektasi itu tidak terpenuhi. 

Saya misalnya, ketika kegalauan saya kumat, ngeblog harus menghasilkan pundi-pundi uang atau memenangi kompetisi  tertentu, akhirnya saya jadi sangat mudah irritated ketika ekspektasi itu tidak tercapai.

Padahal, di awal, saya mengumandangkan ke diri saya sendiri bahwa ngeblog ini wasilah, tujuannya Lillah. Namun, dalam perjalanannya, tetap saja, nesu saat hasilnya nggak sesuai harapan.

Apa yang saya lakukan ketika itu adalah, pertama menerima kesedihan, kekecewaan, dan kemarahan itu sebagai hal yang lumrah. I give my self time to feel the sadness. Kemudian, saya melihat ke atas, dan berkata dalam hati, “He is planning on something great for me, and it is up to Him to decide what best for me.”

Setelah itu, udah, nulis lagi. Toh niatnya to serve Him and ummah. Jadi ya sudah…life must go on kan katanya.

Maafkan bila ilustrasinya sedikit kacau...

Kesimpulan

Setiap masalah pasti ada solusinya. Itu tadi beberapa masalah blogging yang saya alami dalam hal konsistensi menulis. Mulai masalah ide, waktu, hingga konten yang nggak laku.

Yang paling penting dari semua ini adalah mengingat kembali kenapa sih kamu mulai menulis. Buat saya, menulis di blog merupakan alat untuk mencatat peristiwa-peristiwa penting yang saya alami beserta pelajaran/hikmah yang saya dapatkan, lalu membagikannya dengan harapan bisa berguna dan membantu orang lain.

Dan yang paling penting, menulis di blog adalah wasilah (jalan), tujuannya Lillah. Jika apa yang saya bagikan di sini berguna dan membantu, moga-moga, itu menjadi amal jariyah saya saat nanti tiba waktu saya kembali pada-Nya.

Selamat hari blogger nasional 2021 buat kawan-kawan blogger semuanya. Buat kawan-kawan blogger yang sudah lama ‘puasa’ nulis, melalui momen ini, saya mau mengajak kalian untuk kembali menulis dan membagikan cerita-cerita inspiratif kalian melalui blog. Because the world needs that special gift that only you have.



50 komentar

  1. Ngeblog itu wasilah
    Tujuannya Lillah.

    Quote of the Day bangettt ini mahh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh itu saya cuma ubah dikit aja dari quote-nya Dewa Eka Prayoga mbak 😅

      Hapus
  2. emang banyak banget sih alasan untuk malas menulis.. kalau lelah mending coba cari inspirasi dulu keluar, traveling atau ngopi..nanti pasti bisa dapat inspirasi

    promosi konten ini kadang saya jg lupa sih.. udah tulis ya udah aja gk promosiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk dipromosiin mas, biar temen2nya pada tau kalau ada update di blog kita 😊

      Hapus
  3. Satu lagi mas prim, pas udah nulis beberapa kalimat, terus mikir, ah masa gitu doang ditulis 😅

    Betul itu, si kak Ide ini datang dan pergi sesukanya. Pernah saya dapat ide pas lagi di ruang tunggu rumah sakit.

    Pernah juga pas di kamar mandi. Berhubung di kamar mandi saya gak bawa hape atau kertas, jadi daripada idenya ilang, saya bela-belain keluar kamar mandi dulu, terus nulis ide, terus balik lagi ke kamar mandi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Astaga, sampe break mandi hahaha... . Hmm, mungkin perlu dipertimbangkan naruh whiteboard + spidol di kamar mandi ya. Soalnya kaya2nya ide tuh seringkali berhamburan kalo lagi di kamar mandi ya, don't know why.

      Hapus
  4. engga ada waktu itu yang paling susah
    meski ide udah ditulis kadang feelnya beda
    tapi yang penting tetep konsisten nulis itu yang penting

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, kadang-kadang jadinya pun juga beda dibandingkan awal pertama ide itu muncul. But ya it's okay.

      Hapus
  5. Untuk di blog utama (omnduut dot com), aku lebih jarang nulis karena effort tiap nulis terasa banyak banget hahaha. Pilah foto, edit, nulis, posting dsb. Lebih rajin nulis di kanal lain belakangan. Walau, maunya diseimbangin biar jalan dua-duanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibikin bertahap aja kali mas, atau misalnya besok-besok di-update/diperbaiki kan jg gpp. Maksudnya ga harus perfect dalam sekali posting gitu.

      Hapus
  6. Kalo misalnya ada ide tapi tiba2 mood berubah. Kira-kira apa yang bisa bikin kakak masih lanjut nulis?

    Soalnya, kalau moodku berubah jadi enggak asik. Sering banget memengaruhi kemampuan menulis :(. Alhasil jadinya kaya enggak semangat gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya sih balik lagi ke tujuan awal ngeblog mbak. Dan kebetulan saya dari awal juga tahu diri dengan kapasitas dan aktivitas lain di luar ngeblog, sehingga nentuin frekuensi ngeblognya saya sesuaikan. Ga terlalu ambisius gitu. At least 1 minggu ada 1-2 posting.

      Kalau masalah mood, pernah emang pas jadwalnya nulis, eh moodnya pengen rebahan. Ya kalau emang lagi capek banget ya saya rebahan, tapi kalau masih bisa ditulis ya nulis dulu.

      Toh saya udah tau apa yang mau ditulis, tinggal nulisnya aja.

      Back to you sih, tujuanmu ngeblog apa dan coba diatur prioritasnya.

      Hapus
  7. alhamdulilah masih menulis walau banyak yang berpindah kevlog

    BalasHapus
    Balasan
    1. Vlog lebih nguras kuota juga sih bu hahahaha.

      Hapus
  8. nice share Mas. nah ya, kadang saya pun batal nulis pdahal ide buat nulis udah banyak, tapi tiba2 banyak yang hrus dikerjain, mulai kerjaan rumah sampai pseanan bawng goreng. Akhirnya idenya sampai aus dh

    BalasHapus
    Balasan
    1. That's why, idenya di-keep dulu. Simply put, waktu ngadepin komputer itu jangan kondisi 'kosongan'.

      Untuk aktivitas lain, tinggal diatur aja skala prioritasnya mbak. You know better lah, mana yang harus diduluin.

      Hapus
  9. Sama Mas Prim. Aku mengalami ketiga tantangan nulis itu. Masalah ga ada ide, aku juga nulis di buku sebelum ke depan laptop. Apalagi aku dibuntuti 2 balita kadang kelamaan depan laptop bikin mereka pengen mainan laptop juga soalnya. Jadi aku juga nulis tuh di buku catatan kaya mas prim.
    Sayangnya juga aku mengalami distraksi saat menulis di depan laptop. Malah buka file lain, malah ngedraft yg lain. Ah dasar aku.

    Sama masalah traffic, betul banget kadang merasa sedih kok tulisanku blm laku malah yg traffic-nya gede tulisan yg ga diniatkan sama sekali. Jadi bahan evaluasi juga biar tulisan ketemu di google tuh gmn.

    Pokoknya harus semangat, yuk nulis yuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha...ya memang cobaan bloger kayanya itu. Ya kalau draft lainnya makes you happier ya gpp toh.

      Yang nggak diniatin malah gemuk2 ya trafficnya? Apa ga usah diniatin aja kali ya. Nothing to loose. 😅

      Hapus
  10. udah lama gak mampir ke blognya mas prima. btw tetep semangat ngeblog ya mas. kalo saya sekarang ada di titik mau ngeblog sampe orang ngira saya ngepet, hehehe... tapi baru niat, kalo disuruh nulis artikelnya masih angot2an, wkwkkw... happy blogger day !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak...ke mana aja dirimu? Sepi nih nggak ada kamu 😅

      Happy blogger day juga yak.

      Hapus
  11. Happy blogger day, mas Prima. Good writing! Keep it up!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Happy blogger day juga Chindy. Sama2 semangat yuk ngeblognya.

      Hapus
  12. Saya pun juga terkendala waktu, tapi kalau mau diusahakan juga bisa sebenernya.

    Ada lho mas, temen blogger yang ngedraftnya pakai hape sampai sekarang. Saya pernah juga begini kalau kepepet, ngga bisa pegang laptop dan jadilah blogpost.

    Memang godaanya kalau ngedraft lewat hape itu, gampang terganggu sama notifikasi yang lain. Kalau bisa dimatiin notifikasinya biar cepet kelar. Hihi

    Sedikit saran, buat nambah pembaca bisa rajin share link di status WA atau grup WAG. :D

    Selamat Hari Blogger Nasional ya mas. Terus semangat nuliss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya saya dulu juga sering ngdraft di gawai, pakai aplikasi SimpleNote, biar bisa diakses juga kalau lagi pakai laptop.

      Recently sih lebih nyaman nulis pakai laptop, sedangkan gawai atau buku lebih untuk nulis ide & outline aja, biar ga mati gaya pas di depan laptop 😅

      Nice nih sarannya, bisa aku coba buat share ke WAG. Moga2 aja nggak di-kick ahahaha... .

      Hapus
  13. Hihihi.. masalahnya sama kayak saya, nih. Soal konsistensi, waktu, dan trafik. Konsistensi dan waktu ini yang bener-bener bikin saya mumet banget mau ngatasinnya gimana. Hahaha. Kalau soal trafik, saya agak slow, sih. Emang tujuan awal saya ngeblog bukan cari trafik, sih. Tapi ya kalau lagi nulis job blog, beda lagi urusannya. Haha.

    Kalau mau ningkatin trafik bisa juga dengan belajar SEO, jadi gak mengandalkan blogwalking dan share di medsos. Tapi yah enggak semudah maem es krim sih belajarnya. Huhu. Saya pun belum bisa nerapin SEO dengan baik.

    Btw suka deh sama quote-nya. Ngeblog itu wasilah, tujuannya lillah. Semoga kita semua bisa seperti itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm SEO ya, ide yang bagus mbak. Tampaknya perlu digali lebih jauh opsi ini. Makasih ya masukannya.

      Hapus
  14. Setujuu, aku juga niat nya ngeblog untuk mencatat peristiwa penting dalam hidup aku dan keluargaku, juga sahabat terdekat.

    Nah tentang mencatat ide, aku pakai gawai. Aku buka draft blogger, aku catat ide ide langsung karena takut kelupaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau saya lebih prefer pake buku soalnya bisa lebih bebas, ga harus berbentuk teks, bisa bagan, gambar, dan oret2an lainnya.

      Hapus
  15. Hai mas Prim.. Piye kabare?

    Jadi kangen avatar sampean dulu yang melegenda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, sehat walafiat tanpa kekurangan suatu apapun nih...sik, avatar yg mana ya? 🤔

      Hapus
    2. Walah ngapunten.. kirain mas Prima yang sya kenal dlu. Lain orang tibaknya hahaha

      Hapus
    3. Oh hahahha...baiklah, lain orang lain belalang berarti 😅

      Hapus
  16. Iya ya, benar juga. Aktifitas yg berhubungan dengan ngeblog tuh, semuanya tentang menulis.
    Bahkan perkara promosi di IGS ajah, ya tetap menulis, meskipun berupa video/foto.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, blogging is writing...with a lil bit extra this and that hehehe.

      Hapus
  17. Kalo kesulitan saya sik sering mood down yaaaa padahal ada artikel yang kudu dikerjain.. anehnya kalo scrolling timeline sosmed kpk saya bbetahhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah ya kuwi. Ditegesin aja mbak, waktunya nulis ya nulis, waktunya scrolling ya scrolling...one at a time.

      Hapus
  18. Kalau saya masalahnya selain kadang nggak ada ide juga kadang ada masanya beneran nggak mood nulis padahal ada deadline. Asli deh buntu banget. Trus ada satu lagi yang bikin kesel. Nulis sudah mikirin keyword ini itu ternyata ujung-ujungnya nggak keindeks sama Google. Haha nyebelin banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahaha...iya ya, that SEO things ya. Gpp mbak, kapan hari aq nemu quote bagus soal SEO...intinya SEO itu marathon bukan sprint. Jadi bisa aja yg sekarang ga keindeks, somewhen keindexs dan boom...traffic melonjak.

      Eh tapi butuh traffic-nya sekarang ya? Hmm...piye ya.

      Hapus
  19. Lama juga ya mas prim mulai thn 2016 ngeblog. Tapi memang paling ga enak itu pada saat ga ada ide dan kita stuck sementara blog kan eman eman kalau kata org jawa ga diisi. Masalah saya biasanya adalah kalau lg mood jelek datang, hehhehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha...lama dibandingkan siapa mbak? Lagian itu itungan kasar aja...kalau dikurangi hiatus dan menghilangnya ya mungkin cuma itungan minggu hahahah.

      Hapus
  20. Kadang pernah berhenti beberapa tahun karena pada saat itu tidak menghasilkan apa-apa, jadi cari pekerjaan lain yang bisa menghasilkan.. Tapi karena udah seneng banget nulis, walaupun tulisan masih acak-acakan akhirnya balik lagi.. Banyak banget sih kesulitan seperti yang disebutkan diatas, tapi selama udah hobi banget semua bisa terlewati dengan mulus..

    Selamat Hari Blogger juga mas, semoga bisa semakin produktif lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat hari blogger mas Andrie, semoga makin produktif dalam berkarya ya.

      Hapus
  21. Suka deh baca tulisan mas Prim, yang biasanya lengkap dan detail, terus dikasih kesimpulan pada akhir tulisan. Kayaknya baru mas Prim blogger yang saya tau sering buat kesimpulan 😍

    Bicara mengenai blogging, memang ada saja alasan yang membuat stuck, hihihi ~ kalau pengalaman saya saat stuck, paling take a break sejenak sampai nanti mood-nya balik, mas. Sebab jika dipaksa yang ada cuma bengong doang 😂 Wk.

    Semoga mas Prim semakin semangat menulis dan berbagi pengalaman serta sudut pandang di blog, yah 🥳🎉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak eno, terima kasih apresiasinya. Soal kesimpulan, kebetulan memang waktu magang bareng sun go kong dan ki patkat pas mencari kitab di barat itu, pak thom sang cong ngendikaninya begitu mbak.

      Kosong adalah isi, isi adalah kosong, biar tulisan makin berisi, berilah kesimpulan. Gitu katanya 🤣

      Siap mbak Eno, Insya Allah tetap semangat menebar manfaat lewat blog.

      Hapus
  22. Wah kok sama, kadang tidak ada ide itu yang bikin malas nulis. Akhirnya semedi nyari ide.

    Kemudian setelah dapat ide ndilalah kok waktu tidak ada. Ada saja pekerjaan sehingga menulis tidak sempat.

    Akhirnya ada waktu luang buat nulis, tapi kok malah lagi ngga mood nulis, akhirnya vakum dulu sementara.😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha...endingnya hiatus dong. Ayok lah nulis cerpen lagi mas.

      Hapus
  23. Hallo Mas Prim, salam kenal yaa..

    Tulisannya menarik tentang struggle seorang blogger dalam menulis yaa, dan saya setuju malas dan gak ada waktu adalah alasan paling relevan dan mungkin saya dialami oleh sebagian besar blogger.

    Saya juga lebih suka menulis ide secara manual di buku catatan. Kalau saya ide nulis itu kadang muncul pas lagi berhenti di lampu merah trus sambil nyetir biasanya suka mikirin outlinenya.
    Tapi sampai rumah pas mau nulis sering sekali terdistrak hal lain.

    BalasHapus
  24. Penyakit biasa untuk seorang blogger ini ya mas :D. Pas msh kantoran, aku sering kena penyakit males ini. Tapi waktu itu masih tetep aku lawan dengan selaku menulis. Mungkin Krn nicheku traveling dan kuliner, agak lebih mustahil kekurangan ide, Krn sbnrnya aku toh tinggal cari tempat makan enak, ATO jalan2 :D. Tulis deh hasilnya.

    Cuma teteeeeup aja ada halangan. Stuck merangkai katanya. Tapi Krn aku mikirin biaya annualnya yg lumayan, mau ga mau tetep nulis harus jalan 😄. Biar ga rugi...

    Kalo masalah tujuan, aku masih belum berubah dari dulu. Blog ini hanya utk nyalurin hobi menulis, dan supaya ga lupa. Seneng banget kalo bisa dapet banyak teman. Jadi aku ga terlalu expect lebih memang utk masalah lainnya. Krn toh ini buat obat jiwa diri sendiri 😁.. dengan menulis, aku lebih bisa rileks . So, kalo pun suatu saat blog ga lagi jadi trend, atau banyak ditinggal Ama users lain, buatku ga masalah. Walo mungkin sedikit, aku yakin masih banyak orang2 yang mencari informasi apapun dari media tulisan begini. Termasuk aku.

    BalasHapus
  25. Haduh. Saya salut sama mas Prim. Gaya tulisannya lika-liku, sulit ditebak, dan itu membuat pembaca penasaran. Suka banget dengan gaya tulisan mas Prim. Antara puitis, realistis, dan manis dapat mas Prim padukan. Makasih mas Prim. Maap baru keliatan lagi mas Prim. Soalnya jarang BW juga sekarang, baru sibuk memaksimalkan blog TOMTOMID. Hehehe

    BalasHapus
  26. Nggak ada ide ini sering juga saya alami. Kadang ide keluar eh waktunya gak tepat pas ada tamu atau apa. Berarti halangan blogger hampir sama cuma tinggal gimana kita menyiasatnya ya..

    BalasHapus

Posting Komentar

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

[ADS] Bottom Ads

© 2021

prim.