Akhir Pekanku Ke Dokter Gigi Di Surabaya Untuk Bersihkan Karang Gigi

Berkunjung ke dokter gigi bukanlah agenda favorit saya. Bagaimana denganmu?
dokter-gigi-surabaya
Freepik

Sederhana saja sih, sebagai seorang pemilik gigi tak beraturan akibat malas kurang motivasi untuk merawat gigi, membuat saya kalau ketemu dokter gigi tuh udah berasa insecure duluan.

Rasanya sama seperti saat kamu bertandang ke rumah keluarga saat lebaran terus dicecar dengan pertanyaan-pertanyaan wajib seperti, kapan lulus, kapan kerja, kapan nikah, kapan punya anak, kapan nambah anak, kapan pesan batu nisan...eh, yang ini kayanya kita yang nanya, bukan mereka.

Namun, dengan pertimbangan perawatan gigi masih ditanggung asuransi perusahaan, akhirnya saya pun memberanikan diri menghubungi beberapa dokter gigi di Surabaya untuk membuat janji temu.

Saya pun mulai melakukan pencarian di mesin pencari dengan kata kunci "dokter gigi surabaya" dan menemukan beberapa dokter gigi. Saya hubungi satu per satu dan kebanyakan dari mereka jadwalnya sudah penuh. berasa udah kaya telemarketing yang melakukan cold calling bermodus survey hahaha... .

Singkat cerita, akhirnya dapat janji temu di sebuah klinik gigi di daerah Pakuwon City Mall Surabaya, hore!

dokter-gigi-surabaya

Hari H Di Klinik Gigi

Akhirnya, tiba harinya saya turut ke kota naik delman istimewa. Di Sabtu pagi yang cerah, saya sekeluarga datang ke klinik gigi tersebut. 

Rencananya, hari ini kami mau memeriksakan gigi saya dan Bio. Kebetulan jadwal kosong di klinik tersebut hanya bisa untuk 2 pasien, jadi mommy-nya yang giginya paling nggenah, mengalah.

Registrasi

Kami datang ke ruang pendaftaran dan melakukan registrasi. Saat registrasi, petugas di depan menginformasikan bahwa pasien baru disarankan melakukan foto rontgen gigi dengan biaya tambahan Rp. 500.000. Namun, setelah menimbang-nimbang, urgensi dan jumlah plafon (ini yang penting hehehe...) saya memutuskan untuk tidak mengambil foto rontgen.

Swab Antigen

Setelah proses registrasi, kami pun diarahkan untuk naik ke atas (iya lah, mana ada naik ke bawah, depan apalagi belakang) dan di sana sudah menunggu asisten dokter gigi mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Saya dan Bio pun melakukan tes swab antigen.

dokter-gigi-surabaya

Setelah menunggu beberapa saat, Alhamdulillah, hasil tes swab antigen menunjukkan hasil negatif. Kami pun masuk ke ruang eksekusi periksa dokter gigi.

Sesi Foto Dan Presentasi

dokter-gigi-anak-surabaya

Setelah menunggu beberapa saat di ruang periksa, Drg. Arif masuk dengan APD lengkap, baju hazmat, safety googles, masker, dan penutup kepala. Jadi, I have no idea what he looks like.

Namun, dari situ saya jadi merasa nyaman karena di klinik ini, prokes dijalankan dengan sangat ketat. Bahkan alat-alat periksa pun tidak digunakan bergantian, melainkan dengan sistem 1 alat untuk 1 pasien.

"Ok, siapa duluan?" tanya Drg. Arif.

Saya dengan sigap langsung menyodorkan Bio, karena saya masih merasa insecure dengan gigi saya....hahahaha, sorry son.

Singkat cerita, Bio mulai duduk dan menjalani pemeriksaan oleh Drg. Arif. 

dokter-gigi-anak

Pemeriksaan dimulai dengan melakukan foto seluruh gigi, kemudian setelah itu, Drg. Arif menghentikan kegiatannya untuk menjelaskan kondisi gigi Bio kepada kami.

Ia dengan telaten menjelaskan kondisi gigi Bio satu per satu dengan detil tapi tetap mudah dipahami. Saya dan istri saya pun menyimak penjelasan Drg. Arif dan jadi paham kondisi giginya Bio dan beberapa informasi seputar gigi seperti, 
  • Ukuran gigi yang besar dengan mulut kecil sehingga pertumbuhan gigi rawan menjadi tidak teratur. Bayangin aja, gigi besar-besar dusel-duselan untuk mengisi gusi di mulut sekecil itu;
  • Kondisi karang gigi Bio dan lokasi rawan munculnya karang gigi di gigi depan bagian dalam karena dekat dengan kolam liur;
  • Beberapa gigi yang mau tumbuh;
  • Cara menyikat gigi yang benar;
  • Apa itu karang gigi dan bahayanya pada pengikisan tulang;

Setelah memberikan edukasi tentang kesehatan gigi tersebut dan memastikan kami sudah paham, Drg. Arif pun meminta izin untuk mulai melakukan pembersihan karang gigi Bio.

dokter-gigi-anak

Proses pembersihan karang gigi pun dimulai dan berlangsung kurang lebih 45 menit. 

Setelah itu, Drg. Arif kembali memfoto kondisi gigi Bio lalu menunjukkan foto before-after-nya kepada kami. Dan, tibalah waktunya untuk pasien berikutnya...saya.
 
Proses yang sama saya lalui seperti halnya proses pembersihan karang gigi Bio. Mulai memfoto gigi, menjelaskan kondisi gigi, hingga proses eksekusi. 

Kebetulan pas giliran saya, waktunya sudah mepet dengan jam periksa untuk pasien lain. Sehingga proses pembersihan karang gigi saya pun harus dilanjutkan di pertemuan berikutnya. Selain jumlah, kualitas (halah...kualitas) karang gigi saya pun sudah sangat baik, sehingga proses pembersihannya pun memakan waktu cukup lama.


dokter-gigi-surabaya

Kesimpulan

Akhirnya, sesi pertama prosesi pembersihan karang gigi pun selesai. Banyak yang saya pelajari dari sesi pertemuan dengan Drg. Arif, melebihi ekspektasi saya saat memutuskan berangkat ke klinik gigi tersebut...ekspektasinya cuma bersihin karang gigi, eh ternyata dapat ilmu baru, banyak pula.

Dari sesi ini, saya belajar bahwa, mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Tidak lebih mudah memang, tapi lebih baik. Karena pengobatan itu biasanya prosesnya lebih kompleks daripada perawatan. 

Ya intinya, yuk rajin ke dokter gigi 6 bulan sekali untuk memeriksakan dan memastikan gigimu sehat. Kalau pun diperlukan penanganan, setidaknya penanganannya dini akan lebih baik daripada penanganan saat semua sudah...terlambat.

Berapa kali kamu ke dokter gigi untuk memeriksakan kondisi gigimu? Atau hanya kalau udah sakit aja baru ke dokter gigi?

27 komentar

  1. sy ke dokter gigi kalau sakit aja dan perlu pengobatan hehehe, belum untuk tindakan perawatan dan pencegahan
    jangan ditiru ya

    BalasHapus
  2. bener banget nih mas prim, dokter gigi kenalanku juga bilang, kalau ke dokter gigi itu jangan pas sakit, justru pas sehat, plus klo bawa anak juga jadi bahan edukasi untuk ke anak kalo ke dokter gigi tu gak papa lho gak sakit karena orang tuanya ke dokter gigi dengan keadaan happy.

    BalasHapus
  3. Wah mas Prim domisili di Surabaya ya. Sama donk dengan saya. Kalau saya punya langganan dokter gigi di daerah Kali rungkut sih. Memang jarak merupakan pertimbangan utk saya

    BalasHapus
  4. Akupun enggak tau kenapa selalu mager kalo ke dokter gigi. Selalu aja kebayang suara mesin bor yang sering bikin jiper. Btw, kenapa ya kalau abis dibersihin karang giginya, gigi jadi terasa lebih sensitif? Aku pernah dateng sekali doang. Abis itu jadi maju mundur pengen bersihin karena ngeri makin sensitif gigiku

    BalasHapus
  5. Wahhh ternyata ada cara menyikat gigi yang benar ya untuk kesehatan gigi yang baik. Saya belum pernah sih cek ke dokter gigi, dulu masih diatasin sendiri dirumah. Soalnya ibu dan bapa serba bisa dan telaten banget.

    Tapi pengalaman disini bisa jadi referensi kalau mau periksa besok sama keluarga kecil.. hihi semoga 2022.

    BalasHapus
  6. Desember kemaren aq juga mengunjungi dokter gigi buat cabut gigi kak, soalnya ada satu gigi q yang keropos sampe tinggal akarnya doang, jadi dari pada sering sakit gigi akhirnya kemaren cabut gigi aja

    BalasHapus
  7. Gara-gara baca ini jadi keinget kalau mau bersihin karang gigi ketunda mulu. Dulu saya takut dan ngilu dengar mesin bor. tapi lama-lama jadi biasa aja karena sudah biasa.

    BalasHapus
  8. Jarang dokter gigi benar-benar mengedukasi pasien yang melakukan perawatan di tempatnya. Atau saya yang jarang ke sana ya?
    Karena antrian panjang sehingga kesannya buru-buru.

    BalasHapus
  9. Setuju kak benar adanya kalau
    mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Berasa dapat remainder ke dokter Gigi nih

    BalasHapus
  10. Saya berani periksa ke dokter gigi walapun saya sering sakit gigi entah kenapa, sering pake obat untuk sembuhkan nya

    BalasHapus
  11. Kalo mau jujur aku tuh trauma sama dokter gigi, Krn sejak kls 3 SD Ampe SMU kls 1 udh berurusan Ama mereka 🤣. Gigiku termasuk jelek bgt pas kecil mas. Jadi yg namanya perawatan sampe akhirnya pasang behel di kelas 5 SD, sampe SMU. Dan lagi behel blm terkenal di zamanku SD , jadilah aku semakin di ledekin gigi RoboCop 😂. Sebelum pasang behel, gigiku hrs di rapiin dulu, yg saling numpuk ya harus dicabut. Dan itu butuh waktu jadinya. Makanya baru bisa kls 5 SD utk lasang. Kls 3-4 SD ngebuangin dulu yg harus dibuang . Makanya aku trauma sih. Ngerasain dicabut, disuntik bius, ngerasain bius ilang sakitnya Ampe kepala. Akhirnya pas urusan gigi ini beres, gigi ku udah rapi, aku bertekad jgn sampe ngalamin itu lagi.

    Caranya ya rajin ngerawat gigi. Jadi bisa dibilang skr ini aku ga ada masalah gigi lagi. Dulu sebelum pandemi msh rutin cek. Tapi setelah pandemi blm pernah. Ga berani aja. ntr lah nunggu aman. Yang pasti namanya ngerawat gigi, kumur, pantang makan kalo udh sikat gigi malam, itu selalu aku lakuin. Jadi setidaknya selama pandemi ini blm ada masalah gigi sih. Semoga jgn sampe. Masih merinding kalo inget masa2 lalu 🤣🤣

    BalasHapus
  12. Beruntung banget ketemu dokter yg ga pelit mengedukasi pasien. Banyak juga yg lebih ngejar banyak pasien biar hasilnya banyak. Tapi alhamdhulilah sih sekarang ni dokter2 muda udah ga pelit lagi sharing ilmu

    BalasHapus
  13. Perawatan gigi memang bagian penting untuk mengetahui perkembangan kesehatan gigi dan mulut

    BalasHapus
  14. Bio keren. Ke dokter giginya sans banget.
    Di Lombok sini, proses seperti pembersihan karang gigi kurang umum. Jadi pilihan tempatnya pun terbatas.
    Yang banyak adanya di ibukota propinsi, di kota Mataram

    BalasHapus
  15. Wah enak ya kalau periksa gigi ditanggung ama asuransi, ini sistemnya reimburse? Kliniknya kelihatan bersih dan modern banget.

    BalasHapus
  16. Duuh saya jadi kepengen ke dokter gigi ugha nih mas Prim. Bisa dibilang selama di Taiwan baru dua kali bertandang ke klinik dokter gigi hiks. Kalau disana bisa di reimburs ya, kalau disini pakai cenboka (semacam BPJS) jadi lumayan lah harganya ramah dompet hehe.

    BalasHapus
  17. Waktu masih kuliah di Unair dulu, rutin lah bersihkan karang gigi di klinik Unair. Soalnya fasilitas kampus sayang kalau nggak diambil. Hehehe.... Sekarang, perlu banget untuk dianggarkan.... hihi

    BalasHapus
  18. Aku senang kalau ada dokter gigi yang bisa mengedukasi sehingga bikin orang ga malas ke dokter gigi 6 bulan sekali

    BalasHapus
  19. Senyampang ((SENYAMPANG)l, hihii)) Gigi belum sakit, memang lebih baik perawatan rutin. Karena kalau sudah sakit, perawatan nya malah gabisa cuma sekali.

    Sedih sekali Karena Aku di fase perawatan bolak-balik yang melelahkan jiwa dan dompet.
    Huhuu...tapi kudu dirawat, gaboleh Enggak.

    Semoga Sehat selalu yaa, kak.

    BalasHapus
  20. saya sedang membujuk anak agar mau ke dokter gigi nih untuk periksa giginya. Anakku selalu ogah tiap kali kuajak ke dokter gigi walau sudah kuiming-imingi akan membelikan mainan kesukaannya

    BalasHapus
  21. ternyata rontsen gigi cukup lumayan ya biayanya di Surabaya

    aku juga blom ada agenda ke dokter gigi lagi, padahal ada tambalan yang lepas..masih agak ribet apakah di tempatku sekarang prosedurnya ribet atau ga soalnya ga tau mawi ada test antigen atau swab segala nda nya

    salfoks ama kata giginya paling nggenah ngalah hahaha

    tapi kalau giginya dari kecil diatur dan kalau ontek segera dicabutkan insyaalloh pertumbuhan selanjutnya akan rapi dan ga pating ndusel

    BalasHapus
  22. Wah rontgen gigi sampai 500 ribu ya. Kemarin aku ketemu temen yang udah lama nggak ketemu. Dia kan lagi pakai kawat gigi gitu. Terus dia cerita kalau pas sebelum dipasangin kawat gigi, dia rotgen gigi gitu. Nah waktu itu, aku berpikir bahwa nggak akan sampai segitu biayanya. Hmmm

    Ketahuan banget, aku juga nggak rutin ke dokter gigi nih. Hehehe

    BalasHapus
  23. Mas, aku masih maju mundur nih bersihin karang gigi. Bianya keseluruhan berapa sih? Misalnya level karang giginya medium. Hihihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemarin itu saya habisnya :
      - swab : 90k
      - pembersihan karang gigi : 1.800k
      - total : 1.890k

      Ini kalau saya ga dicover asuransi juga pasti mundur teratur mbak hehehe.

      Hapus
  24. wah kayaknya case Bio sama adekku hampir sama nih mas
    adekku kelas 5 SD gigi susunya masih banyak, daaann rebutan tempat sama gigi dewasa yang mulai tumbuh
    ini juga yang bikin karang gigi di beberapa tempat yang sampe parah banget. aduh ngeri kalo inget hehe
    makanya sekarang adekku disaranin pake behel untuk gedein rahangnya 😬

    BalasHapus
  25. Hahaha... duh kasian si Bio disuruh maju duluan, jadi tameng buat Bapaknya. Dan kok ya pas jadwalnya mepet, jadi si Bapak belum jadi dieksekusi.

    Saya baru sekali ke dokter gigi, itu pun untuk urusan mencabut gigi yang sudah keropos dan sering menimbulkan rasa sakit.

    BalasHapus
  26. Saya sendiri agak cemas kalau diminta ke dokter gigi lagi padahal kan bagusnya emang 6 bulan sekali ya mas? Soalnya waktu itu dapat jatah diminta operasi besar pencabutan gigi geraham bagian belakang dan saya menolak. Saya meminta dokter memprosesnya satu persatu, tapi masih satu kali cabut rasanya aduhai..jangan dibayangkan

    BalasHapus

Posting Komentar

Share opini atau pengalaman kamu tentang topik tulisan ini di sini. Share juga tulisan ini temen-temenmu, jika menurutmu bermanfaat.

&Joy!

[ADS] Bottom Ads

© 2021

prim.